BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Surfer
merupakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Golden
Software Inc. yaitu sebuah perusahaan yang berlokasi di Golden,
Colorado, Amerika Serikat. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yang
mengembangkan dan memasarkan perangkat lunak di bidang Geographic Information System dan
scientific software. Selain perangkat
lunak Surfer, Golden Software Inc.
juga mengembangkan perangkat lunak lainnya seperti Grapher, Voxler, MapViewer,
Didger, dan Strater. Hingga saat ini perusahaan yang didirikan pada tahun 1983
ini terus mengembangkan produk perangkat lunaknya dengan peningkatan kualitas,
kemudahan dalam penggunaan aplikasi, serta dukungan teknis yang lebih baik.
Saat ini
versi terbaru Surfer adalah versi 11 sama Seperti halnya versi Surfer
sebelumnya, keunggulan utama dari perangkat lunak Surfer 11 ini adalah pada
proses visualisasi dan permodelan peta 3D, pembuatan kontur, model batimetri,
visualisasi dan analisis lansekap,
proses gridding, volumetrik,
serta fungsi-fungsi utama lainnya. Berbagai metode pengolahan data yang
tersedia juga memungkinkan proses manipulasi data, menginterpretasikannya dan
memilih metode yang paling sesuai untuk kebutuhan pengguna.
1.2
MAKSUD dan TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat mengenal lebih dalam tentang surfer
2. Mahasiswa
dapat menjalankan aplikasi surfer
3. Mahasiswa
dapat membuat peta kontur dan pemodelan 3 dimensi menggunakan aplikasi surfer
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1 KEGUNAAN KONSEP GRIDDING PADA SURFER
Surfer adalah salah satu perangkat
lunak yang digunakan untuk pembuatan peta kontur dan pemodelan tiga
dimensi yang berdasarkan pada grid. Perangkat lunak ini melakukan plotting data
tabular XYZ tak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang
beraturan. Grid adalah serangkaian garis vertikal dan horisontal yang dalam
Surfer berbentuk segi empat dan digunakan sebagai dasar pembentuk kontur
dan surface tiga dimensi. Garis vertikal dan horisontal ini memiliki
titik-titik perpotongan. Pada titik perpotongan ini disimpan nilai Z yang
berupa titik ketinggian atau kedalaman. Gridding merupakan proses pembentukan rangkaian
nilai Z yang teratur dari sebuah data XYZ. Hasil dari proses gridding ini
adalah file grid yang tersimpan pada file .grd.
Sistem
operasi dan perangkat keras
Surfer
tidak mensyaratkan perangkat keras ataupun sistem operasi yang tinggi.Oleh
karena itu surfer relatif mudah dalam aplikasinya. Surfer bekerja pada sistem
operasi Windows 9x dan Windows NT.Berikut adalah spesifikasi minimal untuk
aplikasi Surfer:
a.
Tersedia
ruang untuk program minimal 4 MB.
b.
Menggunakan
sistem operasi Windows 9.x atau Windows NT.
c.
RAM
minimal 4 MB.Monitor VGA atau SVGA.
Pemasangan
program surfer (instal)
Masukkan
master program Surfer pada CD ROM atau media lain. Buka melalui eksplorer dan
klik dobel pada Setup. Surfer menanyakan lokasi pemasangan.Jawab drive yang
diinginkan. Jawab pertanyaan selanjutnya dengan Yes.
Lembar Kerja Surfer Lembar kerja Surfer
terdiri dari tiga bagian, yaitu: Surface plot, Worksheet ,Editor.
2.2 Surface
plot
Surface
plot adalah lembar kerja yang digunakan untuk membuat peta atau file grid.
Padasaat awal dibuka, lembar kerja ini berada pada kondisi yang masih kosong.
Pada lembar plot ini peta dibentuk dan diolah untuk selanjutnya disajikan.
Lembar plot digunakanuntuk mengolah dan membentuk peta dalam dua dimensional,
seperti peta kontur, danpeta tiga dimensional seperti bentukan muka tiga
dimensi.Lembar plot ini menyerupai lembar layout di mana operator melakukan
pengaturan ukuran,teks, posisi obyek, garis, dan berbagai properti lain. Pada
lembar ini pula diatur ukuran kertas kerja yang nanti akan digunakan sebagai
media pencetakan peta.
2.3 Worksheet
Worksheet
merupakan lembar kerja yang digunakan untuk melakukan input data
XYZ. Data XYZ adalah modal utama dalam pembuatan peta pada surfer.
Dari data XYZ ini dibentuk file grid yang selanjutnya diinterpolasikan
menjadi peta-peta kontur atau peta tiga dimensi. Lembar worksheet
memiliki antarmuka yang hampir mirip dengan lembar kerja MS Excel.
Worksheet pada Surfer terdiri dari sel-sel yang merupakan perpotongan baris
dan kolom. Data yang dimasukkan dari worksheet ini akan disimpan dalam
file .BLN.
2. 4 Editor
Jendela
editor adalah tempat yang digunakan untuk membuat atau mengolah file
teks ASCII. Teks yang dibuat dalam jendela editor dapat dikopi dan
ditempel dalam jendela plot. Kemampuan ini memungkinkan penggunaan
sebuah kelompok teks yang sama untuk dipasangkan pada berbagai peta.
Jendela
editor juga digunakan untuk menangkap hasil perhitungan
volume. Sekelompok teks hasil perhitungan volume file grid akan
ditampilkan dalam sebuah jendela editor. Jendela tersebut
dapat disimpan menjadi sebuah file ASCII dengan ekstensi .txt.
2.5 Overlay
peta kontur
Overlay
peta kontur dimaksudkan adalah menampakkan sebuah peta kontur
dengan sebuah data raster, atau sebuah peta kontur dengan model tiga
dimensi. Overlay ini memudahkan analisis sebuah wilayah dalam
kaitannya dengan kontur atau bentuk morfologi lahan setempat.
BAB
III
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
A.
Membuat
Peta Kontur
1.
Persiapan
Data
Data
yang perlu dipersiapkan dalam hal ini adalah data koordinat (x,y) dan data
ketinggian (z). Dalam tutorial ini saya mencontohkan menggunakan data (x,y,z)
Gunung Tambora yang saya simpan pada aplikasi MS Excel.
Proses
Kerja
1.
Buka Aplikasi Surfer 11
2.
Lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini
3.
Lalu
buat data dengan mengklik new worksheet
, dan akan muncul tampilan seperti di bawah
4.
Masukan data seperti ini
5.
Save
data dengan menekan ctrl+s pada keyboard, atau klik ikon
, atau klik
file kemudian klik save spt pada gambar
6.
Lalu
kemudian muncul :
beri nama Latihan1, lalu klik
save. Data harus di save dalam format .bln (liat lingkaran di atas). Kemudian ok (lihat gambar di bawah).
lalu muncul
klik ok.
7.
Proses Grid
Klik Grid > Data, Kemudian cari file dengan extensi
(*.bln) yang telah disimpan.
Seperti dibawah ini :
Lalu klik Open
Maka akan muncul tampilan jendela seperti dibawah
ini :
Pemilihan Metode
Grid
|
Kolom Z
|
Kolom Y
|
Kolom X
|
Jika telah sesuai klik OK, maka akan muncul tampilan
report seperti di bawah :
Setelah itu klik close, jika ada pertanyaan
menyimpan (save) tekan Yes
8.
Membuat Peta Kontur
Klik
Map > New >
Countur Map
Muncul
Jendela seperti dibawah lalu tekan OPEN
Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini :
Inilah peta kontur yang telah jadi.
Penjelasan
:
(1)
Disini kita dapat merubah kolom mana saja yang mewakili data (x,y,z) yang
nantinya akan ditampilkan berupa grid pada aplikasi Surfer. Disini juga
berarti bahwa sebetulnya kita tidak harus mengurut data (x,y,z) saat pemasukan
data awal berupa koordinat dan data ketinggian di Excel pada proses
sebelumnya. Sebagai contoh, kita memberi judul kolom A (ID), kolom B (x CoordUTM),
kolom C (y CoordUTM), kolom D (Kedalaman_Air_Tnh), kolom E (Ketinggian). Maka
kita dapat merubah urutan kolomnya sebagai berikut:
(2)
Pada kotak dialog “Filter Data” kita dapat menyesuaikan nilai toleransi jarak
antara absis (x) dan ordinat (y). Ini diperlukan untuk menghindari adanya data
yang saling berhimpitan.
(3)
Klik “View Data” Jika ingin melihat file data sementara hasil proses gridding.
(4)
Kita dapat melihat informasi data statistik dengan cara klik “Statistics”.
Tunggu beberapa saat hingga proses selesai/ muncul “Data Statistics Report”,
(silahkan simpan data tersebut—dapat disimpan dalam dua pilihan tipe data yaitu
RTF dan TXT).
(5)
Pada “Gridding Method” terdapat banyak pilihan metode yang dapat dipilih
seperti Kriging, Polynomial Regression, Nearest Neighbor, Local Polynomial,
dan lain sebagainya.
(6)
Klik “Advanced Options” untuk memenyesuaikan pola dan arah Anisotropy
saat proses griding dilakukan.
(7)
Klik “Cross Validate…” guna menyesuaikan taksiran pendekatan relative antar titik
berdasarkan metode gridding yang telah dipilih sebelumnya.
(8)
Disini kita dapat menentukan dimana file hasil gridding akan
disimpan.
(9)
Pada “Grid Line Geometry” kita dapat mengisi batas minimum, batas
maksimum serta jarak grid (untuk mengisi ini, perhatikan nilai
minimum dan maksimum dari data masukan).
Jika
semua pengaturan telah selesai dilakukan, maka proses selanjutnya adalah
mengeksekusi proses grid data tersebut. Selanjutnya klik OK. Tunggu
hingga proses gridding selesai yang ditandai dengan munculnya “Gridding
Report”.
Lalu klik Contour Map, seperti langkah
praktek diatas.
2. Membuat
Tampilan 3D Wireframe dan 3D Surface
A.
3D
Wireframe
Wirefame adalah salah satu
resperentasi file grid dalam bentuk tiga dimensi. Resperentasi ini merupakan
block diagram yang tersusun oleh drawing
lines merepresentasikan garis-garis grid absis dan ordinat (Grid Baris dan
Kolom). Pada setiap titik potong garis-gari
ini (node grid). Setiap nilai ketinggian digambarkan secara
proporsional. Pada Wireframe, Jumlah
baris dan Kolom pada file grid menentukan jumlah garis x dan y yang digambarkan
(pada bidang horizontal).
Gambar.
3D Wireframe
Langkah
kerja membuat 3D Wireframe :
1. Pastikan
Layer kontur pada praktikum pertama telah aktif,
2. Kemudian
pada Menu Bar Pilih Map > 3D
Wireframe
3. Muncul
jendela Open Grid seperti dibawah
Pilih
Latihan 1> Klik Open
4. Maka
Tampilan 3D Wireframe akan jadi seperti dibawah ini :
B.
3D
Surface
Surface
(permukaan), sangat mirip dengan Wireframe:
tetapi surface merupakan bayangan tiga dimensi hasil rendering file gridnya.bentuk
presentasi ini dapat memberikan sajian interpretasi visual yang mengesankan
bagi datanya.
Langkah
kerja membuat 3D Surface :
1. Pastikan
Layer kontur pada praktikum pertama telah aktif,
2. Kemudian
pada Menu Bar Pilih Map > 3D
Surface
3. Muncul
jendela Open Grid seperti dibawah
Pilih
Latihan 1> Klik Open
4. Maka
Tampilan 3D Surface akan jadi seperti dibawah ini :
BAB
IV
KESIMPULAN
1.
Surfer
Dapat membantu mahasiswa membuat peta kontur dan model 3D dengan mudah dan
cepat
2.
Surfer
sangat mudah untuk dipahami.
DAFTAR
PUSTAKA
Golden89 ___________________,
“Surfer Vision : Reference Manual”, Golden Software, Inc., Colorado, USA, 1989.
Prahasta Eddy, “ Model
Permukaan Digital”, Informatika, Bandung, 2008.